Home Berita Webinar Literasi Digital Bengkulu Utara : Kreatif dan Produktif dari Rumah di...

Webinar Literasi Digital Bengkulu Utara : Kreatif dan Produktif dari Rumah di Masa Pandemi

52
0

LANTANG.co, Bengkulu Selatan – Rangkaian Webinar Literasi Digital Kementrian Informasi dan Komunikasi di Kabupaten Bengkulu Utara telah memasuki sesi ke-4, yang dilaksanakan pada Jumat tanggal 30 Juli 2021 pukul 09.00 WIB s.d 12.00 WIB. Adapun tema yang diangkat adalah “Kreatif dan Produktif dari Rumah di Masa Pandemi”.

Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital.

“Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual.

Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.

Kegiatan pada webinar kali ini yang menyasar Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, Pengelola BUMDes, Pemerintah Desa dan Masyarakat Umum, sukses dihadiri ± 150 peserta daring (zoom). Hadir dan memberikan materinya secara virtual, para Narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Dr. Gushevinalti, M.Si. (Dosen Ilmu Komunikasi dan Penggiat Literasi Digital); Arief Rama Syarif, ST., M.Kom. (Staf Ahli Bidang IT, PT. Prima Armada Raya); Bambang Wijaya Kesuma, S.Pt., M.Ling. (Koordinator Kabupaten Tenaga Pendamping Profesional P3MD Kab. Bengkulu Utara); dan Merekta Bangun, SKM. MARS. (Sekretaris Diskominfo Kab. Bengkulu Utara). Bertindak sebagai sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan berbagi pengalamannya adalah @tomrist_ (Moderator Debat Capres -Cawapres 2019).

Pada Sesi pertama, Dr. Gushevinalti, M.Si. sebagai narasumber menjelaskan materi tentang Etika Digital. Disampaikan oleh beliau bahwa pada prinsipnya berinteraksi di dunia digital adalah sama dengan berinteraksi di dunia nyata sehingga harus mengedepankan etika yang baik agar tidak menimbulkan persoalan yang dapat merugikan diri sendiri. Media Sosial adalah jendela kecil untuk menafsir siapa kita, rawatlah demi masa depan yang lebih baik.

Pembicara kedua, Arief Rama Syarif, ST., M.Kom. sebagai narasumber menyampaikan keamanan digital. Dijelaskan bahwa kita harus berhati-hati dalam menjaga kemanan data digital kita, berhati-hati dalam menginstal aplikasi kedalam perangkat kita terutama aplikasi-aplikasi yang meminta hak akses terhadap kontak maupun data-data pada perangkat kita.

Tampil sebagai pembicara ketiga dengan materi Budaya Digital adalah Koordinator Kabupaten Tenaga Pendamping Profesional P3MD Kabupaten Bengkulu Utara, Bambang Wijaya Kesuma, S.Pt., M.Ling. Beliau menjelaskan pentingnya literasi digital dalam pengembangan potensi desa. Pemerintah saat ini menggalakkan konsep Desa Digital yang diharapkan dapat mendorong BUMDes ataupun BUMADES dalam mempromosikan produk lokalnya menggunakan saluran e-commerce atau market place. Begitu juga dengan potensi wisata akan lebih mudah dikenal masyarakat luas.

Pembicara keempat, Merekta Bangun, SKM. MARS. yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Bengkulu Utara menyajikan materi Kecakapan Digital. Judul yang diangkat adalah Strategi Digital Marketing untuk Petani dan Nelayan Pada Masa Pandemi Covid-19. Dalam penyampaiannya dijelaskan tentang pemanfaatan teknologi informasi (digital marketing) dalam pengelolaan produk-produk perikanan dan pertanian secara sederhana dimasa pandemi.

@tomrist_ sebagai Key Opinion Leader dalam webinar kali ini menuturkan bahwa materi yang disampaikan sudah sangat baik dan menjadi ilmu bagi kita semua. Bahwa mimpi tidak akan menjadi kenyataan melalui magic, butuh tekad dan kerja keras. Berhati-hati dengan media sosial karena media sosial adalah jendela orang lain mengenali siapa kita.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber pada kolom chat. Salah satu pertanyaan menarik disampaikan oleh Budi Setiawan, bagaimana mengetahui Aplikasi Pinajam Online tersebut legal atau ilegal dan bagaimana menghindari penyalahgunaan data kita oleh penyedia aplikasi tersebut. Pertanyaan tersebut ditanggapi oleh Narasumber Arief Rama Syarif, dijelaskan bahwa untuk membedakan Aplikasi Pinjaman Online tersebut legal atau ilegal dapat dilihat pada website OJK. Untuk menghindari penyalahgunaan data sebaiknya tidak menggunakan Aplikasi Pinjaman Online. Tidak ada jaminan bahwa meskipun Pinjaman Online tersebut legal akan menjaga keamanan data kita.

Webinar ini merupakan satu dari rangkaian 18 kali webinar yang diselenggarakan di kabupaten Bengkulu Utara. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang. (Rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here