Terancam Abrasi, Jembatan Gantung Desa Merambung Butuh Perhatian Pemerintah

LANTANG.co, Bengkulu Selatan — Aliran Sungai Air Manna mulai menggerogoti fasilitas umum dan areal pertanian di Desa Merambung Kecamatan Ulu Manna. Diantaranya mengancam pondasi jembatan gantung. Jika tidak segera ditangani, Jembatan Gantung ini terancam rusak akibat abrasi.

“Kami berharap kondisi jembatan ini menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan. Dikhawatirkan jembatan gantung yang digunakan warga untuk ke area pertanian ini akan rusak,” ujar Bambang Oktari.

ko

Padahal, menurut Sekreraris Desa Merambung, Bambang Oktari jembatan gantung tersebut merupakan satu-satunya akses jalan menuju area sentra produksi pertanian.

Sebelum terjadi kerusakan parah akibat abrasu, dirinya berharap ada langkah antisipasi dari Pemerintah Daerah, misalnya dengan memasang bronjong.

✅ TRENDING :   Tim Dinas Pertanian dan Petani Keroyok Hama Tikus di Seginim

“Jembatan gantung ini statusnya milik Pemerintah daerah,” jelas Bambang.

Selain butuh bronjong, menurut Bambang Oktari, kondisi jembatan juga butuh rehab. Sebelum rusak parah, sebaiknya segera direhab.

“Jembatan gantung ini satu-satunya akses yang bisa dilewati sepeda motor untuk mengangkut hasil pertanian. Jembatan ini tidak hanya digunakan oleh Warga Desa Merambung, tetapi juga oleh warga desa tetangga, seperti Desa Bandar Agung dan Desa Simpang Pino,” pungkas Bambang Oktari. (Prw)

Check Also

Paripurna DPRD BS Pengambilan Keputusan Raperda Perubahan APBD TA 2021

LANTANG.co, Bengkulu Selatan – Pada Hari Kamis, 21 Oktober 2021 DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan melaksanakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *