RSUD Manna Dinilai Gagal Jadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19

LANTANG.co, Bengkulu Selatan – Sejak awal masa pandemi Covid-19, Rumah Sakit Umum Daerah Hasanuddin Damrah (RSUD HD) Manna telah ditunjuk menjadi rumah sakit rujukan covid-19.

Namun RSUD Manna dinilai gagal menjadi Rumah Sakit Rujukan. Hal ini disampaikan oleh salah satu warga Bengkulu Selatan, temi.

Menurut temi, salah satu indikator gagalnya RSUD Manna dinilai gagal menjadi rumah sakit rujukan yakni tingginya angka kematian lantaran Covid-19.

“Data statistik menunjukkan bahwa sudah ada 60 orang yang meninggal terkonfirmasi positif Covid-19. Mayoritas meninggalnya di Rumah Sakit. Selain memang karena faktor penyakit yang diderita, juga patut dipertanyakan kenapa mayoritas pasien itu meninggal di rumah sakit, apa karena fasilitas dan pelayanannya?,” kritisi temi.

✅ TRENDING :   Kolam Air Deras Ditertibkan, Dinas Perikanan Bengkulu Selatan Fasilitasi Perizinan

Sementara, sambung temi, tingkat kematian pasien Covid-19 yang menjalani perawatan atau isolasi mandiri nyaris tidak ada.

Temi

“Sehingga muncul pertanyaan masyarakat, kenapa setiap pasien Covid-19 yang meninggal, itu hampir semuanya pasien covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit, yang katanya Rumah Sakit rujukan. Dimana letak rujukannya?? Kalau lah semua pasien Covid-19 di sana nyaris meninggal di sana. Apa ada yang salah dengan pelayanan dan fasilitas? Atau datanya yang salah,?” tanya temi.

Dirinya meminta kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu dan pemerintah pusat, agar mengevaluasi status RSUD Manna sebagai Rumah Sakit rujukan Covid-19. (**)

Check Also

Paripurna DPRD BS Pengambilan Keputusan Raperda Perubahan APBD TA 2021

LANTANG.co, Bengkulu Selatan – Pada Hari Kamis, 21 Oktober 2021 DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan melaksanakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *