LANTANG.co, Bengkulu Selatan – Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Tunai dari Kementerian Sosial RI yang disalurkan di Kabupaten Kaur menuai banyak protes dari masyarakat.

Salah satunya datang dari Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia asal Kaur, Marzan. Pria yang akrab disebut Arza Bayu Prakoso) menyoroti pemberian Bantuan Sosial (Bansos) kepada warga terdampak virus corona (Covid-19) yang menurutnya masih ditemukan yang belum tepat sasaran.

Marzan

Dirinya juga mengkritik data penyaluran bansos yang menurutnya masih belum terintegrasi dengan baik. Hal tersebut dianggapnya menjadi pekerjaan rumah dinsos untuk bisa menyalurkan donasi sosial dalam jumlah yang sangat besar.

Implementasi penyaluran Bansos yang diduga tidak tepat sasaran membuat persepsi publik terkait kebijakan bansos berubah dari positif menjadi negatif

“Dari awal dapat pengumuman Bansos, masyarakat berkomentar di sosial media cukup positif, tapi kemudian keluhan di tingkat daerah cukup banyak terkait pelaksanaannya, sehingga apresiasi publik pun turun,” ungkap Marzan.

Implementasi penyaluran bansos yang tidak terarah dianggap menjadi penyebab masyarakat tidak lagi memandang program Bansos secara positif.

“Data Bansos dapatnya dari mana?, kapan pendataannya?, Apa saja kreteria yang dapat Bansos?. Krena dikhawatirkan, jika tidak ada transparansi atau perbaikan maka akan berujung pada konflik sosial di lingkup masyarakat,” ingat Marzan.

Aktivis PMII ini berharap pemerintah dapat memperbaiki akurasi data kelompok rentan dalam pelaksanaan program jaring pengaman sosial untuk menanggulangi dampak pandemi Covid-19. Perbaikan data ini diperlukan untuk mencegah munculnya konflik akibat kecemburuan sosial.

Oleh karena itu, pemerintah perlu memperbaiki implementasi penyaluran bantuan, tak hanya bansos saja, melainkan juga bantuan lain seperti sembako. Penyaluran bantuan dengan tepat sasaran menjadi kunci, agar kelompok yang rentan terdampak pandemi Covid-19 sepenuhnya menerima bantuan.

“Ketika pemerintah mampu menerapkan kebijakan dengan tepat sasaran, maka persepsi publik terhadap kebijakan pemerintah akan kembali positif. Persepsi ini bukan sekadar hiasan saja, melainkan juga sebagai bentuk kepercayaan publik terhadap pemerintah,” demikian Marzan. (ABP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here