LANTANG.co, Bengkulu Selatan – Kasus penipuan tes CPNS yang saat ini sedang ditangani Polres Bengkulu Selatan menyeret salah seorang nama pejabat. Adalah Ad, pejabat eselon IV di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Selatan.

Dengan didampingi penasehat hukumnya, Ad memenuhi panggilan penyidik Polres Bengkulu Selatan, Selasa (3/12/2019).

Ad diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Ni. Ni merupakan tersangka dalam kasus penipuan tes CPNS.

Kapolres Bengkulu Selatan melalui Kanit Pidum Polres Bengkulu Selatan, Ipda Priyanto menyampaikan pemeriksaan Ad masih sebatas saksi. Namun tidak menutup kemungkinan, status Ad akan ditingkatkan menjadi tersangka.

Masih dalam kasus dugaan penipuan tes CPNS tahun 2018, Ad juga dilaporkan oleh Em ke Polres Bengkulu Selatan. Em yang merupakan Warga Kecamatan Seginim ini melaporkan Ad ke Polres lantaran dirinya merasa tertipu dengan janji Ad yang bisa meluluskan keluarga dan kerabatnya.

Pada saat pemeriksaan, terungkap bahwa Em mengalami kerugian hingga Rp 1,75 Miliar. Dalam hal ini, pelapor berperan sebagai perantara Ad dan 12 korban penipuan tes CPNS. Kedua belas korban CPNS yang menyetorkan uang kepada Ad melalui Em ini, dijanjikan oleh Ad untuk bisa diterima sebagai CPNS di lingkungan Kemenkumham, Kejaksaan dan BNN. Rinciannya delapan orang dinanjikan lulus di Kemenkumham, dua orang di kejaksaan dan satu orang di Badan Narkotika Nasional (BNN).

Ad (pakai jilbab) saat diperiksa di Mapolres Bengkulu Selatan, Selasa (3/12/2019)

Merasa selalu ditanya oleh kedua belas orang korban, akhirnya Ad berinisiatif melaporkan Ad ke Polres Bengkulu Selatan.

Di sisi lain, untuk meyakinkan beberapa orang korban tersebut, Ad disebut melakukan berbagai upaya. Diantaranya memberikan SK CPNS Palsu, berpura-pura memberikan gaji yang ditransfer oleh Ad ke rekening korban serta beberapa korban juga diberikan seragam dinas, sepatu dan tanda pangkat. Namun ternyata semuanya hanyalah tipu daya semata.

“Untuk ini masih status saksi untuk tersangka Ni. Untuk laporan yang lain, kemungkinan kita akan melakukan pemeriksaan dan penyelidikan untuk mencari alat bukti untuk menentukan dia (Ad) sebagai salah satu calon tersangka. Laporannya sudah ada, namun baru pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti,” sampai Kanit.

Ditambahkan Kanit, ada keterkaiatan antara Ad dengan dua terlapor lainnya yakni Ni dan Mi, kuat dugaan Ad merupakan Pelaku Utama

“Dugaannya, kalau diperiksa sebagai saksi untuk kasus lain, sebagai pelaku utama,” beber Kanit.

Untuk diketahui, disamping laporan Em terhadap Ad, ada dua lagi terkait kasus penipuan tes CPNS yang ditangani oleh Polres Bengkulu Selatan. Pertama kasus dugaan penipuan tes CPNS yang dilaporkan oleh Erna Nengsih dengan tersangka Ni. Satu lagi Kasus dugaan penipuan tes CPNS yang dilaporkan oleh Veronica, dengan terlapor Mi, Mi sendiri merupakan anak kandung dari Ni.

Dengan bertambahnya laporan yang masuk ke Polres Bengkulu Selatan, maka total kerugian akibat penipuan ini mencapai 2,9 Miliar dengan korban sebanyak 17 orang. Rinciannya, pelapor atas nama Veronica total kerugian Rp 510 juta, pelapor atas nama Erna Nengsih sejumlah Rp 700 juta dan Em sebanyak Rp 1,75 Miliar.

Tidak berhenti di sini saja, kemungkinan korban masih bisa bertambah.

Sementara itu, Ad pada saat ditanya oleh penyidik hanya banyak melontarkan jawaban tidak tahu.

Dihubungi via Hand Phone, salah seorang kerabat Em yang ikut mendampingi Em melapor ke Polres, Oni Lufti menyebut bahwa hingga saat ini (pukul 18.41) pihaknya masih berada di Mapolres Bengkulu Selatan.

“Benar beliau (Em) sudah melapor, kami masih di Polres, korban ada 12 orang, dengan total kerugian Rp 1,75 Miliar,” pungkas Oni Lupti. (Apdian Utama)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here