LANTANG.CO, Bengkulu Selatan – Keberadaan tower milik PT Telkomsel di Jl Gama I Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Kota Manna dinilai warga membahayakan. Oleh karena itu warga meminta agar tower tersebut dibongkar.

Musyawarah Warga

Warga sekitar sudah lama mengeluhkan keberadaan tower tersebut. Hal tersebut dilihat dari laporan warga yang sejak Desember 2017. Sempat dilakukan beberapa kali rapat yang difasilitasi oleh Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), namun belum menemui titik temu. Bahkan pihak DPMPTSP Bengkulu Selatan pun sampai mengeluarkan surat peringatan ketiga kepada PT Telkomsel dan mengancam akan menyegel tower jika tidak mengindahkan peringatan dan mencarikan solusi atas laporan warga.

Hingga pada akhirnya, Kamis (27/6/2019), digelar rapat bersama warga, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan dan PT Telkomsel. Yang pada kesempatan tersebut puluhan warga secara aklamasi menyampaikan pernyataan sikap agar tower dibongkar.

Menurut warga, dinilai membahayakan lantaran rentan terjadi kerusakan elektronik saat ada petir serta mempertanyakan kekuatan bangunan tower. Sebab bagian bangunan tower pernah ada yang terjatuh dan menimpa Masjid dekat tower. Selain itu meteran listriknya pernah meledak. Begitu pula ketik petir, alat elektronik warga sekitar rentan rusak dan terbakar.

“Kalau peralatan elektronik ini sudah biasa pak. Cuma yang lebih mengkhawatirkan lagi, belakang ini pernah terjadi ada alat-alat yang jatuh dari atas dan menimpah Masjid. Padahal katanya tower itu sangat kuat sekali, tapi itu buktinya,” tegas salah seorang warga, Sulaiman.

Warga juga mempertanyakan Izin Mendirikan Bangunan yang pendirian tower yang dikeluarkan pada tahun 2010. Sementara bangunan sudah berdiri pada tahun 2000.

Sulaiman juga mengkritisi rencana awal pendirian bangunan di lokasi tersebut yang mulanya untuk membangun kantor tapi ternyata membangun tower. Selain itu warga juga mengungkit kembali janjo pihak perusahaan yang akan memberikan Hand Phone pada saat akan membangun kantor/tower di sana.

“Pertama adalah rencana pembangunan kantor yang tenaga kerjanya adalah warga di sini. Kemudian adik sanak sekitar sini akan diberikan HP. Itu pada awal tahun 2000-an, akhir 1999. Adik sanak di sekitar sini ingin diberikan HP, itu propagandanya, bukan hanya dari pihak Telkomsel saja, tapi pemilik tanah juga menyampaikan hal tersebut,” beber Sulaiman bersemangat.

Menanggapi kesepakatan warga yang secara aklamasi menginginkan agar tower milik PT Telkomsel di Jl Gama dibongkar, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bengkulu Selatan, Binagransya meminta warga menyampaikan hasil musyawarah secara tertulis dan menyarankan warga agar menempuh jalur hukum yakni menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Atas kesepakatan warga yang meminta agar tower dibongkar, kami minta buatkan laporan secara tertulis hasil musyawarah hari ini. Nanti akan kami tindaklanjuti Kalau kami DPMPTSP tidak bisa serta merta nembongkar, ada prosedur hukumnya yakni mengajukan gugatan ke PTUN. ” tegas Binagransya.

Sementara itu, perwakilan pihak PT Telkomsel, Muhammad Jatra mengklaim bahwa kekuatan tower telah memenuhi standar. Pihak perusahaan juga memiliki konsultan teknis dan mitra yang mengelola dan mengecek secara rutin tower.

“Selami ini keluhan warga sekitar sejaih radius setinggi tower ini, jika ada alat elektronik yang rusak akibat petir selalu kita ganti. Kami juga siap memasang grounding untuk warga sekitar sejauh radius yang ditentukan untuk antisipasi anti petir,” jelas Jatra.

Terkait dengan pernyataan warga yang menginginkan agar tower dibongkar, Jatra mengaku akan menyampaikan hal tersebut kepada atasannya dan mempersilahkan warga untuk menempuh jalur hukum.

Musyawarah yang dihadiri oleh 30-an warga ini berjalan dengan lancar. Turut hadir pada kesempatan tersebut Kabag Ekonomi Sekretariat Daerah Bengkulu Selatan Isran Kasiri, Camat Kota Manna Titin Prihatin, Lurah Pasar Baru, Perwakilan dari PT Telkomsel Muhammad Jatra dan Kapolsek Kota Manna. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here