LANTANG.co, Bengkulu Selatan – Dalam rangka memberikan layanan kesehatan gratis untuk masyarakat Bengkulu Selatan, khususnya yang kurang mampu. Serta wujud kepedulian dan pentingnya kesehatan bagi masyarakat. Untuk kedua kalinya, Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi kembali melakukan kerjasama dengan pihak BPJS Kesehatan Bengkulu dalam bentuk program Jamkesda.

Penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan dan BPJS Kesehatan ini pun terkesan unik. Karena ditandatangani di kedai kopi. Penandatangan MoU yang digelar di kedai kopi ini ditengah sibuknya aktifitas pihak BPJS Kesehatan dan Bupati Bengkulu Selatan.

Meski ditandatangani di kedai kopi, tidak mengurangi esensi dari program Jamkesda untuk warga Bengkulu Selatan. Karena memang selama ini, Bupati terkesan gampang membubuhkan tanda tangan, meski sedang di lapangan.

“Kenapa dipersulit kalau bisa dipermudah. Untuk layanan kesehatan gratis, di tempat kopi “Ikola Kopi” Bengkulu. menjadi sejarah untuk tahun 2020. Warga Bengkulu Selatan mendapat Jamkesda yang dialokasikan untuk 42.000 orang lebih terutama untuk keluarga tidak mampu,” kata Bupati usai tandatangani MoU bersama pihak BPJS Kesehatan Bengkulu.

Dia berharap program yang di mulai tahun 2019 ini bisa berjalan lebih baik lagi. Yakni penerima yang tepat sasaran khususnya masyarakat kurang mampu.

Sebagaimana kita ketahui di Provinsi Bengkulu hanya Kabupaten Bengkulu Srlatan yang menerapkan UHC atau jaminan kesehatan semesta ini. Dimana untuk menjamin kesehatan masyarakat, Pemkab mengucurkan dana belasan miliar agar masyarakat masyarakat yang sakit dapat berobat secara gratis dengan program Jamkesda.

“Dengan di tanda tangannya perjanjian kerja sama ini, resmi sudah kerja sama pemerintah Bengkulu Selatan dengan BPJS dan per januari 2020 program ini sdh berjalan. Namun kami akan lakukan verifikasi dan validasi sesegera mungkin karena masih banyak yg belum tepat sasaran,” ungkapnya.

Disisi lain, Bupati menegaskan untuk perangkat desa, BPD, Kepala Desa yang ternyata memegang kartu Jamkesda akan di non aktifkan karena pembiayaan Jamkesdanya akan dianggarkan melalui DD atau ADD.

“Nah, yang tidak tepat sasaran berdasarkan verifikasi dan validasi akan kami non aktifkan dan diberikan kepada yang lebih tepat menerima kartu Jamkesda,” pungkasnya. (Rilis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here