KAJIAN RUQYAH CENTER

Ruqyah Mandiri (RM)

persiapan sebelum Ruqyah :

  1. bersihkan rumah dari hal hal yg berbau syirik. seperti, jimat jimat, benda benda yg dikutirlan telah diisi khodam jin, seperti cincin, keris, lonceng lonceng yg biasanya dipakai di gorden pintu, patung patung, wifik atau rajah rajah yg dipasang di dinding, jauhi musik
  2. berwudhu dengan benar
  3. lakukan sholat sunat mutlaq (shalat sunat yg waktunya boleh kapan saja, atau jika selesai sholat wajib (sholat wajib bagi muslimah adalah di rumah, tidak wajib ke masjid, kecuali diajak suami atau muhrimnya)

cara ruqyah mandiri

selesai sholat tetap berada di sajadah, menghadap kiblat

1. mulai dgn membaca syahadat dan resapi kalimat persaksian nya bahwa kita benar benar mengakui tiada tuhan selain Allah dan Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah rasul-Nya, resapi bahwa syahadat adalah kalimat tauhid pengakuan yg sebenarnya bahwa tidak ada sekutu apapun bagi Allah. hanya Allah lah satu satu nya Rabb seluruh alam dan bahwa ajaran Rasulullah lah yg diikuti, ulang ulang terus kalimat syadat tadi hingga benar diresapi kesaksian dan pengakuan kita

2. istighfar
istighafar adalah mohon pengampunan atas segala dosa yg telah diperbuat selama ini, pernyataan untuk bertobat

dalam mengucap istighfar jangan hanya diucapkan tapi tidak dimaknai, beristighfarlah dengan bersungguh sungguh, dan ingat kembali dosa dosa yg pernah dilakukan agar Allah mengampuni dan sangat berharap Allah mengampuni hingga kita menangis karena sangat berharap dan menyesali semua dosa dan maksiat yang pernah dilakukan dulu, mulai kita akil baligh hingga detik ini

contoh :
astaghfirullah hal azhiim… ya Allah ampuni hamba yang dulu telah bermaksiat melakukan zina pikiran, zina pandangan, zina tangan, astaghfirullahal azhiiim… (sambil bayangkan kembali dosa yg sdh dilakukan tersebut

astaghfirullaha azhiim ya Allah ampunilah diri ini yang dulu kekita gagah dan sehat perkasa telah berlaku semena mena menyakiti orang lain, menyakiti anak istri suami, menyakiti tetangga dan kerabat, menyakiti yang lemah

dalam bersitighfar hendaklah dengan bersungguh sungguh hingga menangis krn sangat mengharapkan ampunannya, jadi bukan hanya sekedar diucapkan dimulut tapi tidak tahu makna dan tujuan istighfarnya

3. selanjutnya bershalawat untuk Nabi

Tidak sempurna doa apabila tidak ada sholawat nabi menyertai doa nya

Fadhalah bin ‘Abid berkata: “Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam mendengar seorang laki-laki berdoa dalam sholatnya, tetapi tidak bersholawat untuk nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda: “Orang ini tergesa-gesa” Lalu beliau memanggil orang tersebut dan bersabda kepadanya dan kepada yang lainnya:
“Bila salah seorang di antara kalian sholat (berdoa) maka hendaklah ia memulainya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah lalu bersholawat untuk nabi, kemudian berdoa setelah itu dengan apa saja yang ia inginkan.” [H.R. Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad dan Hakim]

Dalam salah satu hadits disebutkan:

“Doa itu terhalangi, hingga orang yang berdoa itu bersholawat untuk nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam.” [H.R. Thabarani]

4. selanjutnya, niat sekaligus doa

niat dan do’a nya adalah Hidayah dan sembuh
hidayah untuk jin sehingga ia bertobat dari berbuat zholim masuk dlm tubuh manusia sehingga dia keluar, dan Allah memberikan kesembuhan pada kita

hindari niat yg ekstrim seperti untuk membunuh membakar dan menghancurkannya, karena niat yang ekstrim akan membuat jin nya juga melawan secara ekstrim

sesungguhnya bangsa jin itu juga sama seperti kita, hanya alamnya yg berbeda, dan tidak semua jin yg masuk ke tubuh manusia atas keinginannya, tapi ada yang dipaksa diancam oleh jin sihir dan dukun, bahkan ada keluarganya yg disandera sbg ancaman jika dia ingin keluar, oleh karena itu sebaiknya doa kan juga jin nya agar mendapat hidayah, menyadari kesalahannya, dan jika dia tersandera, terikat oleh jin sihir dan dukun yang mengirimnya. dia mendapat hidayah juga untuk tidak takut melawan dan hanya takut pada Allah semata

dengan keluarnya jin yg telah mendapat hidayah td maka kesembuhan bagi kita

jin yg bandel adalah jin yg tidak mendapatkan hidayah, kita lah yg mendoa kan dan memohon pada Allah agar dia diberi hidayah sehingga ia keluar dgn kemauannya… jika masih bandel maka jgn berhenti mendo’akan dia mendapat hidayah

Hendaklah Yakin Allah mengabulkan doa kita. karena itu salah satu sebab mustajabnya doa

Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,

“ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ“

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak konsentrasi dan lalai”. (HR. Tirmidzy dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu)

5 menda’wahi jin nya
jin juga harus diberi da’wah, karena sesungguhnya jin itu bodoh, perlu dida’wahi agar dia mengerti kesalahan dan dosa yang dilakukanya
katakan pada jin tersebut

” wahai jin saya tahu engkau sudah ditaqdirkan berada ditubuhku dan itu adalah ketentuan yang tidak bisa di tolak.Aku ridho karena itu dari Rabbku dan Rabbmu.Bagaimana aku menolak sedangkan Dia menjanjikan pahala yang besar bagiku dan menjanjikan kamu balasan yang sangat pedih yang tak satupun makhluk yang bisa menahannya.Sungguh Allah tidak akan menyalahi janji-janji-Nya.Aku tau kamu mendengarku namun engkau pura-pura tuli.Sungguh kehidupanmu kelak akan penuh teriakan penyesalan namun tiada guna. Wahai jin kembalilah kepada fitrahmu yaitu taat kepada Rabbmu Yang Maha Tinggi.Semoga aku dan engkau diberikan petunjuk.Aamiiin

Katakan kepada jin yang ada ditubuh anda :

” wahai jin saya tau engkau sudah ditaqdirkan berada ditubuhku dan itu adalah ketentuan yang tidak bisa di tolak. Aku ridho karena itu dari Rabbku dan Rabbmu.

(maksudnya, seorang muslim/muslimah itu selalu ridho pada ketentuan Allah, ikhlas pada apa yg diterima dari Allah, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda;

“Barangsiapa yang ridho (kepada ketentuan Allah) maka Allah akan ridho kepadanya..” (HR. Tirmidzi).

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam :
“Sungguh mengagumkan keadaan seorang Mukmin, semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang Mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.”

Bagaimana aku menolak sedangkan Dia menjanjikan pahala yang besar bagiku

( karena sakitnya seorang muslim itu adalah cara Allah menggugurkan dosa dosa hambanya agar tidak diazab di akhirat nanti, hadits Anas bin Malik, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah )

dan menjanjikan kamu balasan yang sangat pedih yang tak satupun makhluk yang bisa menahannya.Sungguh Allah tidak akan menyalahi janji-janji-Nya.

(karena itu perbuatan zhalim yang akan mendapatkan balasan dari Allah)

Aku tau kamu mendengarku namun engkau pura-pura tuli.Sungguh kehidupanmu kelak akan penuh teriakan penyesalan namun tiada guna. Wahai jin kembalilah kepada fitrahmu yaitu taat kepada Rabbmu Yang Maha Tinggi.Semoga aku dan engkau diberikan petunjuk.Aamiiin

(da’wah dan seruan pada jin untuk tobat dengan pergi meninggalkan kezholimannya dari tubuh manusia)

kalimat itu akan membuat jin putus asa, karena sebenarnya dia ingin manusia putus asa akan apa yang menimpanya, tapi yang ia dapati ternyata manusia itu ridho dan ikhlas pada ketentuan Allah, sehingga manusia mendapat pahala, gugur dosa dosanya, tapi sebaliknya yang ia dapat

dengan ucapan itu akhirnya yang putus asa itu adalah jin yang ada dalam tubuh dan ia merasa sia sia berada di dalamnya, akhirnya dia keluar meninggalkan tubuh yang ditumpanginya, dan semoga saja dia keluarnya menjadi jin yang mendapat hidayah dan bertobat…

jadi dakwahi jin agar bertobat, atau ia jadi putus asa berada dalam tubuh kita

(itu hanya contoh da’wah untuk jin nya, silahkan gunakan bahasa da’wah yang lain yang tujuannya untuk menyadarkan jin nya

selanjutnya memulai baca Al-Qur’an untuk ruqyah dengan ta’awudz

فَإِ ذَا قَرَءْثَ الْقُرْاَنَ فَا سْثَعِذْ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَا نِ الرَّجِيْمِ

‘’Apabila engkau akan membaca Al Qur’an, maka mohonlah perlindungan kepada Allah SWT dari godaan syetan yang terkutuk.“ (Q.S. An Nahl: 98).

Bacaan Ta’awudz : A`udzu billahi minasy-syaithonir-rajiim

Macam-macam Bacaan Ta’awudz :

*أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرّ

َجِيمِ ، مِنْ هَمْزِهِ و نَفْخِهِ وَ نَفْثِهِ*

A-’uudzu bil-laahi minas syaithaanir rajiim min hamzihii wa nafkhi-hii wa naftsih (HR. Abu Daud ).

أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ

A-’uudzu bil-laahis samii-’il ‘a-lii-mi minas syai-thaa-nir ra-jiim min hamzi-hii wa naf-khi-hii wa naf-tsih (HR. Turmudz).

Cara yang kita pakai untuk RM adalah dengan cara menggosok-gosok kedua tangan di dada dan di perut dengan gerakan tangan mengikuti putaran thawaf (berlawanan arah jarum jam

baca alfatihah sambil mengusap dada dan perut dengan putaran thawaf

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

  1. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

اَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

  1. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam.

اَلرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

  1. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ ٤

  1. Yang Menguasai hari pembalasan.

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ

  1. Hanya kepada-Mulah hamba mengabdi dan hanya kepada-Mulah hamba meminta pertolongan.

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ

  1. Tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus

صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ۙ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ ٱلضَّآلِّيْنَ ٧

  1. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadannya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat

selesai membaca alfatihah lalu tiupkan bacaan tadi pada bagian yang digosok gosok oleh kedua tangan

lalu cengkram dan giring dengan sedikit menekan mulai dari perut tarik arahkan ke atas ke arah tangan yg di dada lalu sambung yang dari dada tarik ke leher lalu sampai mulut. saat sampai mulut buka mulut dan dipegang oleh tangan agar terbuka. muntahkan atau batukkan dan rasakan apa yang ditarik tadi keluar lewat muntah

jika ada gangguan otomatis akan ada
keluar muntah, atau sendawa, atau berkeringat, atau keluar air mata dll.

jika muntah. selesaikan dulu muntahnya sampai tidak terasa lagi dorongan yang ingin keluar lewat muntah

apabila sudah selesai muntah

lanjutkan bacaan yg kedua adalah ayat qursi

ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَىُّ ٱلۡقَيُّومُ‌ۚ لَا تَأۡخُذُهُ ۥ سِنَةٌ۬ وَلَا نَوۡمٌ۬‌ۚ لَّهُ ۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَمَا فِى ٱلۡأَرۡضِ‌ۗ

مَن ذَا ٱلَّذِى يَشۡفَعُ عِندَهُ ۥۤ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦ‌ۚ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡ‌ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىۡءٍ۬ مِّنۡ

عِلۡمِهِۦۤ إِلَّا بِمَا شَآءَ‌ۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضَ‌ۖ وَلَا يَـُٔودُهُ ۥ حِفۡظُهُمَا‌ۚ وَهُوَ ٱلۡعَلِىُّ ٱلۡعَظِيمُ

(٢٥٥)

“Allah, tidak ada Tuhan [yang berhak disembah] melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus [makhluk-Nya]; tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi [4] Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”(Al-Baqarah:255)

selesai baca ayat qursi lakukan kembali seperti tadi. cengkram dan tarik dan arahkan ke mulut, usahakan mulut terbuka dengan memegang mulut sehingga ada jalan keluar untuk yang hendak keluar lewat muntah , biasanya akan terasa dorongan yang kuat dari perut hendak keluar bersama muntah

lakukan lagi pada bacaan selanjutnya

al ikhlas
al falaq
an naas

apabila telah selesai dan berakhir tdk ada lagi rasa muntah yg terdorong ingin keluar

tutup Ruqyah Mandiri dengan membaca hamdalah

الحمدلله ربّ العالمين

Sumber : WhatsApp Group Ruqyah QHI Bengkulu

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here