LANTANG.co, Bengkulu Selatan – Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Dewi Sartika-Sepuan Yunir atau Rika-Sepuan terancam bubar.

Analisa tersebut disampaikan oleh salah seorang pengamat politik Bengkulu Selatan yang juga bekerja sebagai Supervisor di Jaringan Suara Indonesia (JSI), Taufik Hidayat.

“Bakal pasangan calon Rika (Dewi Sartika)- Sepuan ini terancam bubar. Ini dilihat dari peta arah dukungan partai politik. Meski tetap mencalon, bisa jadi bongkar pasangan, atau dari Calon Bupati turun kasta menjadi Calon Wakil Bupati,” jelas Taufik.

Pasca terbitnya Surat Keputusan DPP Partai Golkar yang mengusung Bakal Calon Pasangan Gusnan Mulyadi – Rifai Tajudin beberapa waktu lalu, menurutnya sangat mengancam kelanjutan Bakal Pasangan Calon Rika-Sepuan.

“Karena kalau kita lihat, secara psikologi politik, Rika sangat berharap didukung Golkar. Contoh kecil saja, Baliho Rika-Sepuan ini didominasi warna kuning,” gurau Taufik.

Selain pupusnya harapan meraih diusung oleh Partai Golkar, lanjut Taufik, turunnya Surat Keputusan DPP Partai Perindo untuk Balon yang akan diusung di beberapa Kabupaten di Provinsi Bengkulu juga menjadi penilaian publik.

“Partai Perindo yang digadang-gadang akan mengusung Dewi Sartika, ternyata juga belum mengeluarkan surat rekomendasi untuk Bapaslon Rika-Sepuan, padahal secara personal ada kedekatan antara Rika dan Pengurus DPP Perindo. Sehingga timbul persepsi masyarakat, bahwa komunikasi dan loby politik Bapaslon ini kurang berjalan dengan baik,” urainya.

Di sisi lain, Surat Tugas dari DPP Partai Demokrat yang dipegang Marwan Iswandi untuk mencari partai koalisi dan bakal calon wakil bupati untuk maju Pilkada Bengkulu Selatan telah berakhir. Karena, jika mengacu ke masa tugas selama satu bulan, maka surat tugas tersebut telah berakhir pada 8 Juli 2020 lalu.

Membaca peta arah dukungan partai politik, Taufik menyebut saat ini setidaknya ada tiga poros koalisi pada Pilkada Bengkulu Selatan 2020.

Poros pertama Pasangan Gusnan Mulyadi-Rifai Tajudin akan diusung oleh Partai Nasdem, Golkar dan Berkarya dengan total 8 kursi DPRD.

Poros Kedua Pasangan Hartawan-Darmin yang akan diusung oleh PAN dan PKPI.

Poros Ketiga, Budiman Ismaun-Helmi Paman yang kemungkinan akan diusung oleh PDI Perjuangan dan Perindo.

“Kalau Pasangan Gusnan-Rifai dan Hartawan Darmin itu kalau saya simpulkan sudah final dan aman secara dukungan parpol. Kalau Budiman-Helmi Paman hampir final, tapi masih melihat rekomendasi dari PDIP. Kalau kita baca dari media, baru akan diumumkan dalam minggu ini,” jelasnya.

Ketika ditanya apakah Pilkada Bengkulu Selatan akan diikuti oleh Empat Pasang atau Tiga Pasang?, Taufik menilai tergantung dengan arah dukungan dua partai, yakin Partai Demokrat dan Gerindra.

“Bisa empat pasang, bisa juga tiga pasang. Kalau kita lihat beberapa pengurus Demokrat di Kabupaten ingin berlayar bersama Hartawan-Darmin, tapi Mayor Andi telah memegang surat tugas (meskipun surat tugasnya sudah berakhir). Gerindra memiliki kedekatan dengan Elly Zulyani Herawati. Jika Demokrat dan Gerindra ini berkoalisi bisa jadi empat pasang,” bebernya.

Melihat banyaknya dukungan Bakal Calon Perseorangan (Indpenden) yang berdasarkan hasil verifikasi faktual banyak yang tidak memenuhi syarat, dirinya memprediksi tidak ada bakal calon independen yang akan melaju ke Pilkada Bengkulu Selatan. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here